Posted by: mountnebo | March 25, 2010

Petunjuk Teknis Penanganan Kecambah dan Pembibitan Kelapa Sawit

Petunjuk Teknis Penanganan Kecambah dan Pembibitan Kelapa Sawit

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat produktivitas tanaman kelapa sawit, yaitu antara lain jenis tanah dan kualitas bibit. Bibit unggul diperoleh dari program pemuliaan jangka panjang yang konsisten dan jelas asal usul pohon induknya.

Keunggulan bibit masih harus melewati tahap-tahap pengujian terlebih dahulu setelah ditanam di perkebunan komersial secara luas baik dari segi pertumbuhan, produktivitas, umur ekonomis yang panjang, masa TBM ( Tanaman Belum Menghasilkan ) yang pendek dan kemudahan dalam pengelolaannya.

PT Socfin Indonesia atau yang biasa dikenal dengan Socfindo dalam hal ini adalah produsen kecambah unggul yang sudah sangat dikenal disamping sebagai salah satu perkebunan kelapasawit terkemuka di Indonesia, menerbitkan buku saku yang sangat informatif.

Buku kecil ini menjelaskan secara lengkap dan menyeluruh mulai dari karakteristik dan keunggulan bibit hasil persilangan Dura dan Pisifera ( D x P ), prosedur pembelian kecambah, penanganan kecambah, metode penanaman kecambah yang benar sampai dengan budidaya pembibitan untuk menghasilkan bibit unggul siap tanam.

Kecambah yang ditanam dalam polybag, ( largebag atau babybag, tergantung pada sistem budidayanya ), untuk selanjutnya disebut dengan bibit, memerlukan pemeliharaan dalam kondisi kultur teknis yang baik. Ada dua cara pembibitan kelapa sawit, pembibitan satu tahap ( single stage ) dan pembibitan dua tahap ( double stage ). Untuk kondisi di Indonesia PT Socfindo merekomendasikan pembibitan double stage, karena kecambah Socfindo berukuran relatif lebih kecil sehingga memerlukan penanganan yang lebih teliti.

Pembibitan double stage berarti bibit dirawat dalam dua tahap. Tahap pertama ( Pre Nursery )bibit dirawat dalam kantung kecil atau baby bag, dan selanjutnya dipindahkan ke tahap Main Nursery ( setelah berdaun 3-4 helai atau berumur 3 bulan )

Buku ini juga menjelaskan secara rinci, tahapan budidaya pembibitan double stage dengan urutan kegiatan sebagai berikut :

  1. Persiapan LahanPre NurseryMencakup penentuan lokasi bibitan, posisi strategis ( di pusat areal ), topografi datar, terbuka dan dekat dengan sumber air permanen.

    Menyiapkan naungan untuk bibit Pre Nursery, media tanam ( tanah top soil yang bersih dicampur pupuk Rock Phospate )

    Menyiapkan babybag berukuran 15 x 20 cm dengan lobang perforasi

    Menyiapkan layout persemaian, dimana baby bag berisi media tanam tersusun rapi membentuk bedengan

    Penyiraman dilakukan setiap hari seminggu sebelum tanam.

    Disiram sampai jenuh tapi tidak sampai tergenang

    Main Nursery

    Persiapan media tanam, tanah sub soil dengan pupuk Rock Phospate dengan perbandingan 0.5 kg RP untuk 100 kg tanah

    Penyiapan large bag berukuran 42.5 cm x 50 cm dengan lubang drainase

    Penyiapan layout pembibitan dengan jarak antar polibag 90 x 90 x 90 cm membentuk segitiga sama sisi termasuk jaringan irigasi dan jalan kontrol dengan jumlah 13.500 bibit per hektar

  2. Penyiraman merupakan kegiatan yang mutlak harus dilakukan setiap hari pagi dan sore hari terkecuali ada hari hujan dengan curah hujan minimal 10 mm / hari
  3. Pemberian mulsa di permukaan tanah untuk mengurangi penguapan, menekan pertumbuhan gulma, mengurangi erosi dan mengatur suhu tanah. Mulsa terdiri dari cangkang atau alang-alang kering
  4. Penyiangan gulma dilakukan 2 minggu sekali secara manual termasuk melakukan konsolidasi dengan menambah tanah atau menegakkan bibit yang doyong. Penyiangan secara chemis yaitu menggunakan herbisida dengan nozzelnya ditutupi dengan pelindung untuk menjaga bibit tidak terkena semprotan. Penyemprotan harus lebih rendah dari permukaan polibag
  5. Pengendalian Hama dan PenyakitTidak dibenarkan menggunakan pestisida terutama yang mengandung unsur tembaga, air raksa atau timah. Serangan penyakit biasanya berupa bercak pada daun yang disebabkan oleh jamur dan ditangani dengan menggunakan fungisida. Serangan hama yang umum terjadi, serangga pemakan daun, semut, rayap, jangkrik, siput dan tikus
  6. Pemupukan dimulai 4 minggu setelah tanam, pada saat bibit berdaun 1 helai.Pada tahap Pre Nursery bibit dipupuk dengan urea dan pupuk NPK 15-15-6-4Pemupukan pada tahap Main Nursery menggunakan pupuk NPK 15-15-6-4 dan NPK 12-12-17-2 juga Kieserite
  1. Seleksi di Pre Nursery dan Main NurserySeleksi di Pre Nursery dilakukan dalam 2 tahap, tahap I : umur 4-6 minggu; tahap II : sesaat sebelum pindah ke Main Nursery ( berumur 3 bulan, berdaun 3-4 helai )Seleksi di Main Nursery dilakukan dalam 4 tahap yaitu berturut-turut : umur 4.6,8 bulan dan sesaat sebelum transplanting ke lapangan

Disamping penjelasan tentang budidaya, buku ini juga melampirkan foto – foto yang menjelaskan setiap tahapan budidaya dan jenis-jenis bibit afkir dengan ciri-ciri khas, tata cara penanganan bibit yang benar juga figur bibit dalam perkembangannya.

Disamping itu dilengkapi juga dengan tabel yang berisi rekomendasi pemupukan, tabel pengendalian hama dan penyakit yang secara detail memuat jenis penyakit dan hama yang menyerang bibit dan gejala-gejala umum yang ditunjukkan bibit tersebut.

Buku saku ini juga bisa menjadi buku pedoman praktis atau buku pintar bagi staf di perkebunan kelapa sawit yang bertanggung jawab atas pemeliharaan bibit. Dan tentu saja buku ini bisa menjadi penambahan wawasan bagi masyarakat khususnya para pekebun.

Sumber : Buku Saku Petunjuk Teknis Penanganan Kecambah dan Kelapa Sawit ( Agricultural Department PT Socfin Indonesia )

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: